Kunkun Herawanto, pendamping petani dari desa dan kecamatan Langkap Lancar, Ciamis, menyatakan masih sangat membutuhkan bantuan Anda sekalian untuk meringankan beban dampak dari bencana alam gempa bumi yang menimpa kawasan Jawa Barat, terutama di kabupaten Ciamis.
Sejauh ini mereka baru mendapatkan sedikit bantuan tenda untuk bernaung terutama dari hujan yang juga turun di kawasan Ciamis. Masih terdapat sejumlah sampai lebih dari 200 keluarga yang sementara ini tak menentu keadaan tempat tinggalnya.
Rumah mereka pada umumnya rusak berat karena gempa itu. Akibatnya mereka sama sekali tidak bisa tinggal sampai saat ini. Untuk memperbaiki terlebih dahulu sampai dapat tinggal kembali di dalam rumah diperlukan sangat banyak biaya yang sampai sekarang mereka tak memilikinya. Karenanya, bantuan Anda sangat diperlukan dalam hal ini.
Mengenai persoalan bahan makanan, mereka masih memiliki sedikit persediaan. Sudah ada, meskipun terlalu sedikit, bantuan berupa beberapa bungkus kardus mi instan. Tetapi jika nanti musim tanam tiba, mereka tak siap juga untuk menanam, maka kelaparan sudah mengancam di depan nasib mereka.
Untuk menghubungi Kunkun Herawanto, mohon dilihat nomor HP-nya pada posting sebelumnya.
2009-09-15
Bantuan Anda Masih Sangat Diperlukan
2009-09-06
Urgent aids requested for earthquake victims in W. Java
Please contact, if you want to deliver your aids, helps, relieves, to Mr. Kunkun Herawanto, from Langkaplancar sub-district in Ciamis district. His mobile: 0813-2394 5610.
The impact of that major earthquake in West Java has caused many members of farmer families to forcefully stay out of their houses. Many houses are in ruin, nearly fully damaged, many only half standing. As a result, the dwellers can no longer stay at home. They stay at large in the neighborhood and in dire needs of external supports from you, such as plastic tents, food stuffs, and medicines. These things are in urgent needs now.
Who would help us among you? We are waiting for your helps. Again, this is very urgent.
One among those coordinators who is ready and reliable to accept your help is Mr. Kunkun Herawanto from Langkaplancar sub-district in Ciamis district of W. Java. Please refer your aids to him at his mobile phone number of 0813-2394 5610.
Langkaplancar sub-district consists of more than 10 villages. Based on data and observation gathered officially, four villages are severely hit by the strong earthquake. As many as 15 houses are completely damaged. Their dwellers can no longer stay at their houses. Those who are affected reach about over 1,000 persons, now wandering in the neighborhood.
The four villages of Langkaplancar subdistrict are Karangkamiri, Cimanggu, Jadikarya and Bojong villages.
We are waiting for further information from other subdistricts like Jadimulya, Sukamulya, Bangunkarya, from which we know many members of our farmer association.
Many of the affected people have made on their own efforts such as small huts (saung) for temporary shelters. Yet recent days, it is also raining. Thing get worse then that they definitely need for additional tents for sheltering from rain and for more people to keep the nights in the open air.
Please, consider to lend your aids ..
Diunggah oleh
Sekolah Petani
pada
9/06/2009
0
komentar
Kategori bantuan, gotong-royong, in English
Bantuan mohon disampaikan pada Kang Kunkun, kecamatan Langkaplancar, Ciamis - HP: 0813-2394 5610
Dampak dari gempa bumi di Jawa Barat mengakibatkan banyak keluarga petani tidak bisa tinggal lagi di rumah. Banyak rumah rubuh, nyaris rubuh, setengah rubuh, dan akbiatnya tak bisa ditinggali lagi. Pokoknya jadi berbahaya. Mereka tinggal di luar dan membutuhkan dukungan teman-teman sekalian. Mereka terutama membutuhkan barang-barang pendukung seperti tenda, bahan makanan dan obat-obatan.
Siapa yang membantu? Kami tunggu uluran tangan teman-teman sekalian. Ini urgen sekali.
Dalam keadaan darurat ini, salah satu yang siap menerima bantuan adalah Kang Kunkun Herawanto dari kecamatan Langkaplancar, Ciamis. Mohon disampaikan kepadanya dengan menghubunginya di nomer handphone ini: 0813-2394 5610.
Kecamatan Langkaplancar terdiri dari lebih dari 10 desa. Berdasarkan pendataan dan pengamatan yang dilakukan Kang Kunkun, terdapat empat desa yang paling parah menanggung kerusakan akibat gempa. Sejumlah 156 rumah (tangga) dikategorikannya sebagai rusak total atau rusak berat, sehingga sungguh-sungguh para penghuni semula tak bisa lagi tinggal di rumah yang rusak itu. Mereka tinggal di luar. Jumlah jiwa yang terkena dampak ini mencapai 1.000 orang lebih, baru khusus untuk kecamatan ini.
Empat desa itu adalah desa Karangkamiri, desa Cimanggu, desa Jadikarya dan desa Bojong, semuanya di kecamatan Langkaplancar.
Masih kita tunggu kabar dari kecamatan-kecamatan lain yang belum selesai mendata dampak gempa, seperti dari Jadimulya, Sukamulya, Bangunkarya.
Di antara para korban gempa itu ada yang sudah membuat saung kecil-kecilan, sekedar untuk berteduh. Belakangan hari ini, hujan turun juga di kawasan Ciamis selatan. Akibatnya mereka kerepotan jika hanya berteduh di bawah saung yang tak memadai. Karenanya mereka membutuhkan tenda.
Sementara itu tenda-tenda yang biasanya disewakan sudah tak tersedia lagi. Habis terpakai. Karenanya, mereka membutuhkan tenda-tenda darurat itu.
Karena mereka akan harus tinggal tidak sebentar sebelum akhirnya mereka bisa kembali ke rumah (yang nantinya sudah diperbaiki), maka mereka sesungguhnya perlu jaminan kesehatan. Tambahan bahan makanan merupakan bentuk bantuan yang sangat dibutuhkan, kecuali tentu saja obat-obatan.
Sekali lagi mohon bantuan teman-teman sekalian.
Mohon bantuan bagi para korban gempa
Gempa kuat itu termasuk merusak banyak rumah kami di kawasan tiga kabupaten Tasikmalaya, Garut dan Ciamis. Sudah kami daftar kerusakan dan korban-korban yang menderita akibat gempa. Ratusan sampai sekitar seribu lebih rumah kami rusak. Banyak yang harus kami perbaiki terlebih dahulu jika kami hendak kembali tinggal di rumah. Desa Cigalontang di Tasikmalaya adalah salah satu desa warga petani Serikat Petani Pasundan yang paling parah mengalami dampak gempa bumi ini.
Guru kami, Boy Fidro, di Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat adalah salah satu yang sampai sekarang belum dapat tinggal di rumah. Rumahnya rusak berat. Pak Boy sendiri sampai terluka. Gempa terjadi beberapa puluh detik, tetapi pada putar gerakan bumi yang kedua, begitu sejauh dirasakannya, pak Boy buru-buru masuk lagi ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu yang penting. Tetapi pada saat keluar lagi, goyangan bumi terjadi lagi dan menyebabkan salah satu komponen rumahnya runtuh dan sebagian mengenai dirinya.
Berikut ini adalah berita-berita terakhir tentang gempa, dampak dan upaya penanganannya.

