related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422"},"updated":{"$t":"2009-12-03T18:58:11.547+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"Masa Depan Petani"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/posts/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/-/keberanian?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d10"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/search/label/keberanian"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/-/keberanian/-/keberanian?alt\u003djson-in-script\u0026start-index\u003d11\u0026max-results\u003d10"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"14"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"10"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-8898923949261629700"},"published":{"$t":"2009-02-16T08:19:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:25.949+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (13-Tamat)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable style\u003d\"width: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/ZopGQDUblAaKu-3uA83QEA?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh6.ggpht.com/_VnTws529siE/SZf7j-DHhRI/AAAAAAAAAV8/cOKzNBDaAKg/s288/Fukuoka-fire.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;\"\u003eHidup sederhana, dekat dengan alam adalah ibadah.\u003cbr /\u003eSumber/source: \u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003eManusia semestinya berelasi dengan alam seperti halnya kebanyakan binatang. Hewan-hewan itu tidaklah terbang atau bergerak ke sana ke mari untuk mengolah lahan secara cermat, lalu menanam dan memetik hasil pangan. (Catatan penerjemah: Fukuoka mengangkat contoh burung, tapi contoh ini kiranya kurang tepat karena burung justru dapat menjadi hama untuk tanaman-tanaman pangan) Mereka tak menciptakan apa-apa ... mereka hanyalah menerima apa yang ada di hadapan mereka dengan rendah hati dan rasa terimakasih. Kita juga menerima rizki makanan dari Ibu Pertiwi. Jadi kita semestinya menangkupkan kedua tangan kita dalam suatu sikap bersembahyang dan mengatakan “mohon” dan “terimakasih” ketika kita berelasi dengan alam.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Apakah Anda berpendapat bahwa dengan ikut mengambil sikap yang berbeda ini, lalu metode Anda dalam bertani dapat lebih mempengaruhi cara-cara kita menanam tanaman pangan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Ya, pertanian alami dapat mendorong terjadinya perubahan-perubahan dalam cara hidup kita sehingga akan membantu menyelesaikan berbagai masalah pada zaman sekarang ini. Saya kira masyarakat sekarang mulai merasakan kerugian-kerugian dengan dunia modern yang terus mendongkrak pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan; mereka mulai mempertanyakan hal-hal seperti pembangkit energi bertenaga nuklir dan pembantaian massal terhadap ikan-ikan paus, dan mereka mulai menyadari sekarang waktunya untuk menguji penilaian-penilaian kita lagi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDengan cara menghayati gaya hidup alamiah dan memperlihatkan kebergunaannya pada hari dan zaman sekarang ini, saya rasa sekarang saya sedang memberikan layanan pada kemanusiaan. Sebagai pengelola dan perawat lahan tanaman padi, saya mengambil sikap perlunya untuk menentang kebutuhan menggunakan teknologi-teknologi destruktif atau menghancurkan bentuk-bentuk perwujudan kehidupan. Bagaimana pun, masalah-masalah zaman ini harus kita hadapi bersama-sama dengan hati kita dan perbuatan kita mulai dari dalam hati kita dan kemudian perbuatan kita. Saya berpendapat bahwa tujuan akhir dari pertanian alami bukanlah meningkatkan hasil produksi pertanian ... tetapi mengangkat dan menyempurnakan manusia.***\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:130%;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eTAMAT\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-8898923949261629700?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/8898923949261629700/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d8898923949261629700\u0026isPopup\u003dtrue","title":"2 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8898923949261629700"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8898923949261629700"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-13-tamat.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (13-Tamat)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh6.ggpht.com/_VnTws529siE/SZf7j-DHhRI/AAAAAAAAAV8/cOKzNBDaAKg/s72-c/Fukuoka-fire.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-8537609454493661945"},"published":{"$t":"2009-02-14T07:54:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.684+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (12)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Tetapi bukankah terdapat banyak jenis semak semanggi yang dapat digunakan? Bukankah begitu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Nah, ya kan? Itulah hal yang persis saya maksudkan. Akal budimu mulai bicara! Jangan banyak bertanya. Jika saya usulkan “semanggi putih”, gunakahlah semanggi putih itu. Jika saya usulkan ‘semanggi merah’, maka gunakan ‘semanggi merah’. Selama bertahun-tahun saya telah mencoba menerapkan semak-semak seperti \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003evetch\u003c/span\u003e, \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ealfalfa\u003c/span\u003e, \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003elupine\u003c/span\u003e, \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003etrefoil \u003c/span\u003edan berbagai jenis semanggi ... dan akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa untuk mendukung rotasi penanaman tanpa mengolah tanah untuk tanaman-tanaman bulir-buliran dan sayuran, dikombinasikan berbagai tanaman tutupan tanah di kebun, semanggi putih adalah yang tanaman yang terbaik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/KLqSJzyGIh4VPjydrbg5WQ?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh4.ggpht.com/_VnTws529siE/SZXnvwYftGI/AAAAAAAAAVA/lsD026vMUPA/s400/alfalfa1.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003eAlfalfa, sebagai salah satu anggota keluarga legum, banyak kita temukan 'saudara-saudara'-nya di Indonesia. \u003cbr\u003eSumber:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr align\u003d\"right\"\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/BtNmFPIF5DfG1L04hd3kEA?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh4.ggpht.com/_VnTws529siE/SZXjkaOJf2I/AAAAAAAAAUw/vuU2jQhLLMA/s288/vetch%20closeup.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;\"\u003eSemak 'vetch'. Kenalkah Anda pada jenis tanaman ini? \u003cbr\u003eApa jenis tanaman yang sekeluarga dengan vetch ini yang dapat kita temukan di Indonesia? \u003cbr\u003eSumber:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTemuan-temuan saya ini telah diverifikasikan oleh para peneliti lain juga. Ketika saya mengunjungi Pusat Penelitian dari Kebun Organik Rodale di Pennsylvania belum lama ini, orang-orang di sana memperlihatkan pada saya percobaan-percobaan yang telah mereka lakukan selama beberapa tahun dalam merotasikan berbagai tanaman bulir-buliran dan tanaman pangan lain diselingi oleh rerumputan semanggi putih dan tanaman-tanaman tutupan tanah yang lain. Dan lahan yang paling berhasil adalah yang ditanami dengan semanggi putih!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Di negara-negara bagian Amerika Serikat yang berada di belahan barat laut terdapat suatu jaringan petani dan pekebun organik yang disebut Tilth. Mereka telah memulai suatu pengembangan proyek semanggi. Anggota-anggota mereka yang beada di Oregon, Washington, Idaho, dan British Columbia menanam berbagai jenis semanggi di ladang-ladang jelai dan jagung, kebun apel, dan ladang sayuran .. semuanya akan mengambil manfaat dari pengalaman mereka dengan semanggi. Apakah Anda mengira bahwa percobaan seperti itu berguna?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/EdEED7vFOgVTttnsU2p1ug?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh5.ggpht.com/_VnTws529siE/SZWjWooBeoI/AAAAAAAAAUc/tajAm0ysfMg/s288/trefoil_rockery_png.png\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003eSemak liar berbunga 'trefoil'. \u003cbr\u003eSumber:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/KaH2uOMQKNjxBqzaeIgBog?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh5.ggpht.com/_VnTws529siE/SZWh9xC8jrI/AAAAAAAAAUQ/DDuKBIwmWN8/s288/azolla%20di%20malang.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eAzolla microphylla\u003c/span\u003e. We call it locally as 'ganggang'. \u003cbr\u003eSource:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Ya, tentu, itu bagus ... tetapi sebenarnya hasilnya sudah ada dan siap pakai, sudah ada di hadapan kita! Saya telah melakukan percobaan seperti itu 25 tahun yang lalu, dan sekarang orang bisa mengambil manfaat dari pengalaman saya, cukup jika mereka mau melihat hasilnya. Mereka bisa menghemat banyak waktu dan tenaga, cukup hanya dengan mengambil jalan singkat, yaitu percaya (pada temuan saya.)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Sementara orang melihat adanya kandungan keruhanian, atau mendekati mistik dari teori Anda tentang pertanian. Apakah Anda merasa bahwa Anda menerima suatu pencerahan dan petunjuk dari sumber kekuatan ilahi?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Meskipun pertanian alami —sejak pertanian ini dapat mengajarkan masyarakat untuk mendalami pemahaman yang mendalam tentang alam— bisa membawa orang menemukan pencerahan ruhani, pertanian ini bukanlah spesifik praktik keruhanian. Pertanian alami bagaimana pun hanyalah kegiatan bertani, tidak lebih. Tak ada prasyarat bahwa Anda haruslah seseorang yang memiliki orientasi keruhanian sebelum mempraktikkan metode saya ini. Siapa saja yang memahami konsep ini dengan pikiran yang jelas dan terbuka akan dapat segera memulainya dengan baik. Kenyataannya, orang yang paling cepat dapat melakukan pertanian alami ini adalah orang yang tidak memiliki hambatan pikiran yang biasanya diidap oleh orang-orang dewasa karena telah memegang hasrat, kepercayaan filsafat tertentu, atau agama .. mereka adalah orang-orang yang memiliki pikiran dan hati seperti anak kecil. Orang cukup memahami apa itu alam .. alam yang sesungguhnya, dan bukan alam yang kita percayai bahwa kita ketahui!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/XyzrGRMed5U3fdL7_n8moA?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh3.ggpht.com/_VnTws529siE/SZUsyoeTwhI/AAAAAAAAATk/qc1TzhWdIwc/s288/bicolor_lupine.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003eSalah satu jenis semak \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003elupine\u003c/span\u003e. \u003cbr\u003eSumber:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Dapatkah Anda menjelaskan lebih spesifik tentang sikap apa yang diperlukan (untuk bertani secara alami)?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Banyak orang beranggapan bahwa, ketika kita bertani, alam dengan sendirinya membantu usaha-usaha kita untuk menghasilkan makanan. Cara berpikir ini sepenuhnya terlalu bersudut pandang memusatkan pada kepentingan manusia .. Sebaliknya, kita seharusnya menyadari bahwa kita menerima apa yang kita makan itu sebagai hasil dari apa yang diputuskan oleh alam untuk kita. Seorang petani tidaklah menumbuhkan sesuatu dalam pengertian bahwa dia menciptakannya atas kekuatannya sendiri. Semua hal yang sifatnya manusiawi hanyalah sebagian kecil dari seluruh proses bagaimana alam itu menyatakan dirinya. Petani hanyalah menyumbangkan sedikit pengaruh terhadap proses itu ... lebih daripada sekedar dia berada di sana dan memberikan bagian kecil sumbangannya itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eAcuan\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.rodaleinstitute.org/home\"\u003e\u003cspan\u003eRodale Institute\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-8537609454493661945?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/8537609454493661945/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d8537609454493661945\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8537609454493661945"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8537609454493661945"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-12.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (12)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh4.ggpht.com/_VnTws529siE/SZXnvwYftGI/AAAAAAAAAVA/lsD026vMUPA/s72-c/alfalfa1.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-8340903034582790200"},"published":{"$t":"2009-02-13T07:21:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.684+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (11)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/30BJoLoa2H1xu94eOV7tFQ?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh5.ggpht.com/_VnTws529siE/SZSNzOJwBDI/AAAAAAAAASU/jK4QEpWx-OE/s288/semanggi.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003e\"Rumput\" Semanggi. Sumber:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY:\u003c/span\u003e Jadi Anda berpendapat bahwa mungkin nanti suatu ketika pertanian alami diterapkan di Amerika Utara?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA:\u003c/span\u003e Tentu, tentu! Jika Anda berbicara tentang alam, tak penting apakah Anda mengacu ke Amerika Utara atau Afrika atau Indonesia atau Cina .. Alam bagaimana pun tetap alam. Pada kenyataannya pertanian industrial modern sekarang sedang diterapkan nyaris di mana-mana di seluruh dunia. Begitulah juga pertanian alami dapat diterapkan nyaris di mana-mana.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaya hanyalah seorang petani desa yang sudah mengunjungi bagian lain dari dunia yang sama ini. Dengan penelitian saya tentang sebatang jerami itu, saya telah sampai pada suatu kesimpulan penting tentang bagaimana masyarakat dapat berelasi dengan alam dan hidup dengan alam secara harmonis ... di mana pun mereka berada.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA:\u003c/span\u003e Benar bahwa setiap tempat agak berbeda dari yang lain. Di sini, di Massachusetts kita berada sangat jauh dari Lautan Teduh dan bahkan lebih jauh dari rumah saya di pulau Shikoku ... sehingga seakan-akan pengalaman dan pengetahuan yang telah saya kumpulkan tidak akan dapat diterapkan di sini. Tetapi, penelitian yang saya lakukan di lahan saya yang kecil itu pada akhirnya membawa saya pada suatu metode praktis dan teruji untuk rotasi tanaman pangan. Jadi saya menganjurkan untuk para pemula untuk mulai menerapkan teknik yang telah saya kembangkan, tak peduli mereka ada di mana ... bahkan di sini di belahan pantai Atlantik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/M0CAU1ub6kDUwnzflg6Y2A?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh3.ggpht.com/_VnTws529siE/SZSNzHyy12I/AAAAAAAAASc/teZ5HqeVS04/s288/white%20clover1.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003eWhite Clover. Source:\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeseorang yang melakukannya mungkin akan menemui beberapa masalah pada tahun pertama, dan hasilnya mungkin tak akan sama dengan yang saya dapatkan. Tetapi nanti akan jelas untuknya mengapa hal-hal tertentu tak dapat berfungsi. Itu bisa disebabkan karena barangkali tanaman tertentu ditanam terlalu terlambat, atau mungkin karena menanam varietas yang salah untuk iklim dan lahan jenis tertentu. Pada tahun kedua setelah memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip saya, dia akan mengerti dengan jelas apa yang perlu dilakukan terhadap lahannya. Saya mengatakan kepada orang yang memulai pertanian alami untuk belajar dari telaah dan penelitian saya dan menggunakannya seperti apa adanya ... Inilah cara yang paling baik untuk mulai. Jika Anda tiba-tiba mulai menerapkan cara-cara Anda sendiri dan mulai mencari-cari ciri-ciri “alam” yang sesungguhnya untuk daerah Anda, akan dibutuhkan 20 atau 30 tahun, seperti yang telah terjadi dengan diri saya di Jepang. Sebaliknya, langkah pertama untuk mencoba pertanian alami adalah membuang faham-faham Anda sendiri ... kemudian Anda dapat belajar sambil langsung melakukannya!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY:\u003c/span\u003e Apakah Anda sedang menganjurkan kami untuk membuang semua penalaran logis?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA:\u003c/span\u003e Ya!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY:\u003c/span\u003e Tapi Fukuoka-san, bukankah Anda sendiri melakukan banyak sekali percobaan dan penelitian dalam proses mengembangkan konsep pertanian alami? Anda menggunakan akal budi ... tapi sekarang Anda mengatakan pada kami untuk membuang semua pengetahuan kami?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Persis! Buanglah gagasan-gagasan Anda sendiri itu untuk sementara waktu dan biarkan hasil dari penelitian saya menjadi benih dari gagasan-gagasan baru dan cara-cara berpikir baru. Banyak orang mungkin tergoda untuk berpendapat, “Hmm .. iklim yang ada di tempat saya sangat berbeda dari iklim di daerahnya. Maka sebagai ganti semak semanggi putih, saya akan mencoba yang ini sebagai tanaman tutupan tanah.” Penalaran ini dapat jadi membuat Anda keluar dari jalur fokus dan akan menjerumuskan Anda masuk ke jalan-jalan gelap! Semak semanggi diperlukan untuk membuat supaya gulma-gulma mulai tumbuh lagi dan memenuhi lahan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-8340903034582790200?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/8340903034582790200/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d8340903034582790200\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8340903034582790200"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8340903034582790200"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-11.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (11)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh5.ggpht.com/_VnTws529siE/SZSNzOJwBDI/AAAAAAAAASU/jK4QEpWx-OE/s72-c/semanggi.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-336356926802184967"},"published":{"$t":"2009-02-10T08:38:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.684+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (9)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\u003cobject height\u003d\"285\" width\u003d\"340\"\u003e\u003cparam name\u003d\"movie\" value\u003d\"http://www.youtube.com/v/A4-bwW8PWI0\u0026amp;hl\u003den\u0026amp;fs\u003d1\u0026amp;rel\u003d0\u0026amp;color1\u003d0x234900\u0026amp;color2\u003d0x4e9e00\u0026amp;border\u003d1\"\u003e\u003cparam name\u003d\"allowFullScreen\" value\u003d\"true\"\u003e\u003cparam name\u003d\"allowscriptaccess\" value\u003d\"always\"\u003e\u003cembed src\u003d\"http://www.youtube.com/v/A4-bwW8PWI0\u0026amp;hl\u003den\u0026amp;fs\u003d1\u0026amp;rel\u003d0\u0026amp;color1\u003d0x234900\u0026amp;color2\u003d0x4e9e00\u0026amp;border\u003d1\" type\u003d\"application/x-shockwave-flash\" allowscriptaccess\u003d\"always\" allowfullscreen\u003d\"true\" height\u003d\"285\" width\u003d\"340\"\u003e\u003c/embed\u003e\u003c/object\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eCaption video:\u003c/span\u003e Fukuoka-san sedang membuat bola benih.\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTampaknya, pengakuan secara umum terhadap adanya bahaya dalam waktu yang panjang dari pertanian dengan bahan-bahan kimia telah mendorong munculnya minat baru terhadap metode pertanian alternatif. Banyak orang mengamati metode saya dan mulai berpendapat apa yang semula mereka pandang primitif dan terbelakang sekarang menjadi ilmu pengetahuan modern yang jauh sangat maju!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e : Anda menerapkan sautu cara menanam tanaman pangan yang hanya membutuhkan sedikit biaya dan tenaga kerja, yang tidak membutuhkan mesin-mesin berat, bahan bakar fosil, atau bahan-bahan kimia yang diproses ... tetapi \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003etoh\u003c/span\u003e mencapai hasil panen yang sebanding dengan mereka yang menerapkan metode-metode ilmiah “modern”. Ini seperti mimpi yang sungguh-sungguh terwujud. Pasti sudah ada banyak orang menerapkannya di mana-mana!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e : Tidak juga ... itu karena metode saya sungguh-sungguh tampak seperti sebuah mimpi bagi mereka. Pada kenyataannya, saya berpendapat pertanian alami ini sesungguhnya suatu konsep yang sangat menakutkan sebagian orang! Metode ini menuntut suatu sikap revolusioner. Tak sikap ini tak mungkin terjadi perubahan iklim masyarakat dan peradaban kita seumumnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e : Apa yang diperlukan, kalau begitu, untuk meyakinkan orang-orang semacam itu agar mereka mau mencobanya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Akan sulit bagi para petani secara individual maupun di tingkat keluarga untuk memulai metode ini. Pertanian alami menuntut banyak pekerjaan pada masa awalnya —sampai lahan dikembalikan ke keseimbangannya. Dan Anda tidak akan dapat mengerjakannya sendiri kecuali Anda punya banyak waktu khusus untuk ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePerubahan dapat diselenggarakan dengan lebih mudah pada tingkat desa atau kota kecil, tetapi saya kira cara yang terbaik untuk memulai 'revolusi sebatang jerami' ini, begitulah saya menyebutnya, sesungguhnya pada skala yang besar ... melalui suatu jenis usaha bersama. Pemerintah, koperasi-koperasi pertanian, para petani dan para konsumen—itu artinya semua pihak— harus memutuskan bahwa inilah arah pertanian yang hendak kita terapkan. Tentu, jika kita tidak mendapatkan suatu kesepakatan, kemungkinan untuk mewujudkan perubahan yang berarti dalam metode pertanian jauh dari kenyataan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda yang lebih penting lagi, yaitu kita harus mengubah pemahaman masyarakat tentang alam. Di Amerika, terutama, keadaan di halaman-halaman sudah sering menjadi tidak alami sama sekali. Misalnya lihatlah halaman universitas ini. Anda lihat ada taman yang indah, lembut dan enak dipandang mata, di sana-sini ditanam berbagai tanaman. Daun-daun itu sungguh-sungguh cantik, tetapi pohon-pohon dan rumput-rumput itu bukanlah asli dari lingkungan sini. Semua tanaman itu dibawa ke sini oleh manusia demi keuntungan manusia. Tamanan-tamanan asli sudah dikubur atau dibasmi ... dan, sebaliknya, semua rumput tak asli dan eksotik ini disuapi dengan makanan. Mengembalikan lanskap buatan ini ke aslinya akan bermanfaat bagi manusia dan semua bintang dan segala tanaman yang hidup di bumi. Tetapi, tidak semua orang menghargai pandangan ini ... Akan ada lalat, nyamuk dan serangga-serangga lain yang tidak disukai manusia, dan beberapa orang akan mengatakan, “Betapa tak enaknya. menjengkelkan!”\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Beberapa minggu yang lalu Anda memulai perhelatan ke Amerika di California. Apakah Anda juga melihat ada “alam buatan” di sana?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-336356926802184967?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/336356926802184967/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d336356926802184967\u0026isPopup\u003dtrue","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/336356926802184967"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/336356926802184967"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-9.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (9)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-152007858900527182"},"published":{"$t":"2009-02-09T08:22:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.685+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (8)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable style\u003d\"width:auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/4UsZot1VKR1teV1CBTaNYg?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh6.ggpht.com/_VnTws529siE/SYykdb9sREI/AAAAAAAAAQA/Y3O8uDYheW4/s400/Masanobu%20Fukuoka%20-%20seating.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right\"\u003eKetenangan hidup dekat dengan alam.\u003cbr /\u003eFukuoka dan bola benih di tangannya.\u003cbr /\u003eSumber: \u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.co.id/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi masa depan, saya berharap lahan-lahan padi, jelai dan bulir-buliran itu akan terus menjadi lebih baik dan terus meningkat hasilnya. Bagaimana pun, saya \u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-style: italic;\"\u003etoh \u003c/span\u003emenanam tanaman-tanaman pangan yang jenisnya sama dengan yang ditanam di desa, ya .. bahkan sama dengan yang ditanam di seluruh Jepang. Tetapi sebagai hasil dari mempraktikkan pertanian alami, sekarang saya telah “mengembangkan” beberapa varietas baru, hanya dengan cara membiarkan tanaman-tanaman itu bertumbuh di lahan. Dengan benih-benih varietas asli, saya kira ladang saya memiliki potensi untuk mencapai produktivitas paling tinggi di Jepang ... dan kemungkinan di dunia, sejak negara saya memimpin tingkat rata-rata produktivitas padi yang paling tinggi di seluruh planet! Jika pertanian alami diterapkan secara tetap, tak akan ada alasan mengapa kemampuan berproduksi dari setiap petak lahan tak dapat mencapai lebih tinggi daripada tingkat budidaya berbasis ‘bahan-bahan kimia” ... dan pada akhirnya —yang secara teoretis mungkin dicapai— akan mendekati capaian panen yang tertinggi, karena banyaknya jumlah energi matahari yang dapat ditampung oleh suatu lahan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Saya mengandaikan bahwa —dengan angka capaian produksi yang sedemikian bagus— Anda telah dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan seluruh keluarga dengan bertani secara alamiah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Saya belum mendapatkan banyak uang dari pertanian ini, tetapi karena biaya yang saya keluarkan begitu rendah sehingga saya tak pernah mungkin terperosok ke dalam bahaya jadi bangkrut. Ada satu hal, setelah saya mulai bertani secara alami, kemudian beredar kabar bahwa jeruk-jeruk dari kebun saya adalah yang paling besar dan paling manis di seluruh desa. Buah-buah itu menghasilkan pendapatan yang paling besar. Dan, setelah usaha pertanian saya meningkat dan tanah terpulihkan, berbagai hal menjadi lebih mudah bagi kami. Ya, saya telah mampu menyelenggarakan suatu kehidupan —meskipun sederhana— berdasar praktik pertanian alami.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Apakah pertanian ‘\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-style: italic;\"\u003emainstream\u003c/span\u003e’ dengan kemapanan itu tertarik pada gagasan Anda?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Saya mengusulkan suatu perencanaan pertanian dengan cara pembenihan secara berkesinambungan antara bulir-buliran musim dingin dan padi di berbagai jurnal pertanian 25 tahun yang lalu. Sejak saat itu, metode itu sering muncul dalam media cetak, dan saya mengajukannya ke tengah-tengah masyarakat lewat program-program radio dan televisi ... tetapi tak seorang pun menaruh perhatian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelama sekitar 15 tahun terakhir, tampaknya sikap masyarakat terhadap pertanian alami telah mulai berubah. Para ilmuwan penelitian pertanian menilai tinggi teknik \"tak mengolah tanah\" (yang saya kembangkan). Mungkin Anda dapat juga mengatakan pertanian alami berkembang menjadi kontroversi! Para wartawan, profesor, petani, peneliti di bidang teknik, dan para mahasiswa berduyun-duyun datang mengunjungi ladang saya dan tinggal di gubuk saya di atas bukit.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDengan menyelami gaya hidup alami dan memperlihatkan kebergunaannya .. saya merasa saya sedang memberikan pelayanan kepada kemanusiaan ... Tujuan akhir dari pertanian alami bukanlah meningkatkan hasil panen, tetapi budidaya dan penyempurnaan terhadap kemanusiaan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Mengapa tiba-tiba muncul begitu banyak ketertarikan pada teknik bertani yang Anda kembangkan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Saya kira itu karena banyak orang sudah berada sangat jauh dari kedekatan dengan alam. Semua di dunia modern ini telah menjadi begitu berisik dan terlalu rumit, dan orang ingin kembali ke kehidupan yang sederhana dan tenang ... semacam kehidupan yang saya hayati sebagai seorang petani biasa. Anda tahu \u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ekan\u003c/span\u003e, semakin jauh manusia terpisah dari alam, mereka semakin terlempar jauh dari pusat suatu realitas yang tak berubah dan tak bergerak. Pada saat yang sama dampak sentripetal mencuat, dan menimbulkan suatu hasrat untuk kembali ke alam —pusat yang sesungguhnya— dan itu terjadi pada saat manusia sedang menjauhinya. Saya yakin bahwa pertanian alami bersumber dari pusat kehidupan yang tak berubah, tak bergerak.\u003cdiv\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-152007858900527182?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/152007858900527182/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d152007858900527182\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/152007858900527182"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/152007858900527182"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-8.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (8)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh6.ggpht.com/_VnTws529siE/SYykdb9sREI/AAAAAAAAAQA/Y3O8uDYheW4/s72-c/Masanobu%20Fukuoka%20-%20seating.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-3903191654134463124"},"published":{"$t":"2009-02-08T08:07:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.685+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (7)"},"content":{"type":"html","$t":"Untuk menanam sayuran, saya cukup sedikit membuka bagian lahan di mana terdapat gulma atau rumput-rumputan dan di situ saya meletakkan benih-benih. Tak perlu menutupnya dengan lapisan tanah .. Saya hanya mengembalikan rerumputan yang terpotong itu untuk menutupi benih sebagai mulsa alami. Biasanya rumput-rumput yang muncul lagi harus dipotong lagi dua atau tiga kali setelahnya untuk memberikan dorongan awal agar benih-benih itu mulai berkecambah, tetapi kadang-kadang hanya perlu satu kali saja. Sayuran yang ditanam dengan cara ini akan jadi lebih kuat daripada yang dianggap orang. Pada kenyataannya, hasil yang Anda peroleh meningkat jika ada berbagai rerumputan yang tumbuh dengan subur .. tetapi agar memang berhasil, Anda harus benar-benar kenal dengan siklus tahunan dari berbagai gulma dan rerumputan setempat, dan Anda harus mempelajari jenis-jenis sayuran yang paling cocok dengan mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/xZjeBDl8piQ2Syi7ikBfWA?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh3.ggpht.com/_VnTws529siE/SYyeJ5JrrCI/AAAAAAAAAPo/_Ud5IH9Fpo0/s288/Many%20tillers.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;\"\u003ePadi yang ditanam secara alami tak sedikit jumlah anakannya.\u003cbr /\u003eMalah bisa lebih banyak ketika tanah semakin dipulihkan kondisinya.\u003cbr /\u003eSumber: \u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.co.id/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/IbhKxae_f2TEQsK7VW-veA?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh6.ggpht.com/_VnTws529siE/SYyeJ9xuD4I/AAAAAAAAAPw/BDzqOqmNaas/s400/Fukuoka%20%26%20padi.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;\"\u003eFukuoka dan padi yang tengah menguning. Dalam perkembangannya,\u003cbr /\u003ehasil panen mencapai satu ton untuk 1.000 meter persegi, satu kilogram per satu meter persegi.\u003cbr /\u003eSepuluh benih per satu meter persegi. Sumber: \u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.co.id/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Apakah Anda pernah menemui suatu masalah yang sungguh-sungguh serius yang terkait dengan penyakit atau hama serangga setelah puluhan tahun mempraktikkan pertanian alami?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Sejak saya mengembalikan lahan itu ke kondisi alamiah, saya tak bisa mengatakan bahwa saya pernah mengalami suatu masalah yang sungguh-sungguh sulit berhadapan dengan serangga atau penyakit. Bahkan ketika tampaknya ada sesuatu yang keliru dan tanaman-tanaman pangan itu tampak akan segera hancur, alam tampak selalu memberikan suatu bentuk kemudahan kepada saya, pada akhirnya!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTentu, saya melakukan kesalahan-kesalahan ... seperti halnya yang dilakukan oleh setiap orang petani. Namun, saya tak pernah sungguh-sungguh menganggapnya sebagai suatu kesalahan! Kembali ke permulaan, misalnya, ketika 70 persen luasan suatu lahan sudah jadi tak subur dan tak produktif dan 20 sampai 30 persen masih sangat produktif, saya memandang hasil panen saya yang terbatas toh sebagai suatu keberhasilan. Saya perhitungkan jika hanya sebagian kecil dari suatu lahan dapat menghasilkan, saya dapat mengatakan bahwa untuk sisa lahan selebihnya saya sudah berhasil membuatnya jadi produktif. Tetangga-tetangga saya tidak akan pernah puas dengan lahan seperti itu ... tetapi saya memandang “kesalahan” yang saya lakukan sebagai suatu petunjuk atau pelajaran. Satu di antara banyak penemuan yang saya lakukan pada tahun-tahun awal itu adalah bahwa supaya mencapai keberhasilan dalam bertani secara alami, Anda harus mampu mengendalikan harapan-harapan Anda sendiri. Harapan akan hasil yang muncul dalam pikiran itu seringkali tidak tepat atau tidak realistis ... dan dapat membawa Anda untuk mengira bahwa Anda telah membuat suatu kesalahan jika harapan itu tak terpenuhi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Bagaimana dengan rumput-rumput liar dan gulma yang tumbuh persis di antara tanaman-tanaman pangan Anda itu? Apakah rerumputan itu tidak akan menjadi pada akhirnya tak bisa dikendalikan sama sekali?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Sebagai ganti menggantungkan diri pada herbisida atau budidaya dengan mesin-mesin untuk mengendalikan gulma, saya telah hampir selalu menggunakan tanaman-tanaman legum dan tumbuhan tutupan tanah yang lain untuk membatasi penyebaran tumbuhan-tumbuhan yang kurang membantu. Saya juga meletakkan jerami di atas lahan sebagai mulsa yang akan menekan pertumbuhan gulma dan akan membuat tanah mampu menahan kelembaban sehingga mau melembagakan benih-benih selama musim gugur yang kering.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Rasanya yang Anda jelaskan ini seperti suatu metode bertani yang membutuhkan porsi tenaga kerja sangat rendah dan sangat ideal. Tetapi bagaimana dengan hasil panen dari tanaman-tanaman pangan Anda? Benarkah hasilnya lebih baik daripada metode pertanian konvensional?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Pada permulaannya harapan-harapan dan keinginan saya tidaklah banyak ... dan nyatanya hasilnya memang tidak hebat juga! Tetapi setelah kondisi tanah menjadi mapan dalam perjalanan waktu dan lahan-lahan itu kembali ke keadaan alamiahnya, hasil tanaman saya terus bertambah secara tetap. Saya tak pernah mengalami suatu perubahan yang sangat mencolok, tetapi pada akhirnya saya temukan bahwa saya dapat menanam padi tanpa membajak atau menggenangi lahan selama musim panas, dan masih tetap menghasilkan sebanyak petani-petani lain yang menggunakan mesin-mesin dan bahan-bahan kimia ... bahkan kadang-kadang lebih banyak. Produksi saya sekarang sudah mapan, sekitar 1.300 pon (~590kg), atau 22 karung, untuk setiap seperempat akre (~1.000 meter persegi), baik untuk buliran-buliran musim dingin maupun untuk padi. Ini mendekati capaian yang tertinggi di Jepang!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e ke \u003ca href\u003d\"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-8.html\"\u003eMengenang Masanobu Fukuoka (8)\u003c/a\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-3903191654134463124?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/3903191654134463124/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d3903191654134463124\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/3903191654134463124"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/3903191654134463124"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-7.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (7)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh3.ggpht.com/_VnTws529siE/SYyeJ5JrrCI/AAAAAAAAAPo/_Ud5IH9Fpo0/s72-c/Many%20tillers.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-829360728795198422"},"published":{"$t":"2009-02-07T08:56:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.685+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (6)"},"content":{"type":"html","$t":"Sejauh proses penanaman berlangsung, secara gampang saja saya menyebarkan benih-benih gandum hitam dan jelai di atas lahan-lahan terpisah selama musim gugur ... Sementara itu padi pada saat itu masih tegak berdiri. Beberapa minggu kemudian saya menanen padi, dan kemudian saya sebarkan jeraminya kembali di atas lahan sebagai mulsa. Dua jenis tanaman bulir-buliran yang tumbuh di musim dingin biasanya dipanen sekitar tanggal 20 Mei .. tetapi sekitar dua minggu sebelum tanaman-tanaman itu sudah sepenuhnya jadi tua atau matang, saya menyebarkan benih padi persis di atas tanaman-tanaman tadi. Setelah gandum hitam dan jelai dipanen dan dipotong, saya sebarkan jeraminya kembali di atas lahan untuk melindungi benih-benih padi. Saya juga menanam tumbuhan semanggi dan rumput-rumputan di atas ladang yang sama. Tanaman-tanaman legum disebar di antara tanaman padi pada hari-hari awal musim gugur. Saya tak perlu merasa khawatir dengan adanya gulma .. rumput-rumputan itu cepat sekali tumbuh kembali!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ctable style\u003d\"width: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/I4MelmTL0bgbSZOt9R0QFA?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh5.ggpht.com/_VnTws529siE/SYrYdRZpIDI/AAAAAAAAAO4/JyFXSXYfMA8/s400/Rice%20emerges%20winter%20crops%20residues.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;\"\u003eFrom \u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eCaption\u003c/span\u003e: Jika Anda lihat lebih dekat, benih-benih mulai tumbuh di antara jerami dan bakal rumput-rumputan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi atas lahan seluas satu seperempat akre seperti milik saya itu, satu atau dua orang dapat melakukan semua pekerjaan menanam padi dan bulir-buliran musim dingin hanya dalam beberapa hari saja, tanpa perlu menggenangi sawah selama seluruh musim ... tanpa menggunakan kompos, pupuk kimia, herbisida atau semua bahan kimia yang lain ... dan tanpa membajak satu sentimeter pun terhadap lahan itu! Rasanya tak ada cara yang lebih sederhana lagi untuk menanam bulir-buliran.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSedang untuk jeruk, saya menanam beberapa varietas di sisi berbukit di dekat rumah saya. Seperti telah saya katakan, saya mengawali pertanian alami setelah perang hanya dengan satu petak tanah saja, tetapi secara bertahap saya mendapatkan luasan lahan tambahan dengan mengambil alih petak-petak lain yang berbatasan berupa lahan-lahan tidur dan kemudian menggarapnya dengan tangan saya sendiri. Pertama-tama saya harus mengondisikan kembali tanah liat merah dengan cara menanam tumbuhan semanggi sebagai tanaman penutup dan membiarkan rumput-rumputan tumbuh lagi. Saya juga menanam beberapa sayuran —seperti tanaman bit daikon Jepang— dan membiarkan predator-predator alamiah memakan hama berupa macam-macam serangga. Sebagai dampak dari tebalnya rerumputan dan tumbuhan semanggi, lapis permukaan dari lahan kebun telah berkembang menjadi gembur selama 30 tahun terakhir, warnanya hitam dan banyak cacing tanahnya dan berbagai kandungan organik. Di kebun saya itu sekarang sudah ada pinus dan pohon sedar, beberapa pohon buah pir, sejenis pohon buah kesemak, buah lokuat, kersen Jepang, dan berbagai varietas tanaman asli yang tumbuh di antara pohon-pohon jeruk. Saya juga punya pohon akasia yang memiliki kemampuan menangkap nitrogen, yang membantu memperkaya tanah di kedalaman bumi. Jadi dengan cara menanam pohon-pohon yang tinggi untuk menahan terpaan angin, lalu tananam-tananam jeruk di bagian bawahnya, dan hijau-hijauan serasah penutup tanah, saya temukan suatu cara pemeliharaan lahan secara mudah dan membiarkan kebun itu mengelola dirinya sendiri!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Bukankah Anda juga menanam sayur-sayuran di kebun dapur hidup?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Sebenarnya, saya menanam sayuran dengan cara setengah liar di antara rumput-rumputan di seluruh bagian bukit. Di kebun saya sendiri saya menanam burdok, kubis, wortel, sawi mustard, kacang-kacangan, lobak, dan banyak macam herbal dan sayuran lain. Tujuan dari metode budidaya ini adalah menumbuhkan tanaman-tanaman pangan sealamiah mungkin di atas tanah yang jika tidak akan jadi tak terurus. Jika Anda mencoba berkebun dengan menerapkan teknik-teknik peningkatan hasil, upaya Anda itu akan sering berakhir dengan kegagalan sebagai akibat dari kejangkitan hama atau penyakit. Tetapi jika berbagai jenis rerumputan herbal atau tanaman pangan lain dicampurkan dan ditumbuhkan di antara vegetasi alamiah, kerusakan karena hama akan jadi rendah. Anda tidak akan perlu menggunakan semprotan atau bahkan mengambil kutu-kutu itu dengan tangan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-829360728795198422?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/829360728795198422/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d829360728795198422\u0026isPopup\u003dtrue","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/829360728795198422"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/829360728795198422"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-6.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (6)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh5.ggpht.com/_VnTws529siE/SYrYdRZpIDI/AAAAAAAAAO4/JyFXSXYfMA8/s72-c/Rice%20emerges%20winter%20crops%20residues.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-72115722892777625"},"published":{"$t":"2009-02-06T08:59:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.685+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (5)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ctable style\u003d\"width: auto;\"\u003e\u003ctbody\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd\u003e\u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/lh/photo/HE-PKYNsv7KpLkZHwlWhRg?feat\u003dembedwebsite\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://lh4.ggpht.com/_VnTws529siE/SYsgukYuO9I/AAAAAAAAAPE/c5pSWY_kRVY/s400/jeruk%20%26%20sayuran2.jpg\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003ctr\u003e\u003ctd style\u003d\"font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;\"\u003eCaption: Tanaman buah-buahan berdampingan dengan sayuran. Jangan sampai ada lahan yang terbuka dan tak terpakai. Kecuali untuk menjaga kelembaban tanah, sayuran dan rumput-rumputan menjamin ketersediaan kandungan sari makanan untuk tanah dan tanaman serta mengendalikan penyakit dan hama. Sumber: \u003ca href\u003d\"http://picasaweb.google.com/masadepanpetani/PertanianAlamiNaturalFarming?feat\u003dembedwebsite\"\u003ePertanian Alami - Natural Farming\u003c/a\u003e\u003c/td\u003e\u003c/tr\u003e\u003c/tbody\u003e\u003c/table\u003e\u003cbr /\u003eSetelah mengamati proses alami itu, saya berpendapat bahwa rutinitas memindahkan bibit padi ke lahan atau menggenangi sawah adalah kegiatan yang sama sekali tidak alami. Saya juga berpendapat bahwa praktik-praktik yang selama ini sudah jadi kebiasaan seperti memberikan pupuk di sawah dengan kompos yang telah disiapkan terlebih dahulu, membajak sawah, dan menyiangi sampai bersih adalah kegiatan yang sama sekali tidak perlu. Semua penelitian saya sejak saat itu mengarah kepada prinsip tidak melakukan ini atau itu. Praktik pertanian yang telah saya jalani selama 30 tahun ini mengajarkan pada saya bahwa lebih baik jika para petani itu tidak melakukan apa-apa sama sekali!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOrang sering berpikir, dengan kesombongan dan kebodohan mereka, bahwa alam membutuhkan bantuan mereka agar bisa berkembang. Padahal, yah, yang benar adalah bahwa alam sesungguhnya (dapat) melakukan semuanya itu jauh lebih baik tanpa “bantuan” dari manusia! Jika lahan sudah jadi sehat dan mampu bekerja sendiri, pertanian alami —atau “tanpa campur tangan manusia”— menjadi suatu kemungkinan yang nyata. Namun, seperti tampak jelas dari percobaan di kebun jeruk saya, kondisi (kesuburan) semacam itu tidak akan bisa tercapai begitu saja. Di Jepang and negeri-negeri pertanian yang lain, lahan-lahan itu telah dibajak-bajak dengan mesin-mesin selama berpuluh-puluh dekade .. dan sebelumnya juga sudah diputarbalik oleh sapi, kerbau dan kuda. Di lahan-lahan seperti itu, Anda tidak akan mencapai hasil yang bagus pada permulaannya, jika Anda begitu saja menghentikan kegiatan bertani dan kemudian tak melakukan apa-apa saja sekali (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003edo-nothing agriculture\u003c/span\u003e). Lahan tanah haruslah pertama-tama diberi kemungkinan untuk memulihkan dirinya sendiri. Kesuburan kemudian dapat dipertahankan dengan cara menutup permukaan lahan dengan berbagai bahan organik dan (terutama) jerami yang semuanya akan membusuk ke dalam lahan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Untuk orang-orang yang mungkin tak akrab dengan buku Anda, Revolusi Sebatang Jerami, bisakah Anda meringkas praktik-praktik dasar yang Anda kembangkan dalam sistem penanam secara alami untuk menumbuhkan bulir-buliran, sayuran dan jeruk.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Pertama-tama, saya menerapkan empat prinsip pokok. Pertama, JANGAN MEMBAJAK ... maksudnya, jangan membalik atau membongkar tanah. Sebaliknya, saya membiarkan bumi membudidayakan dirinya sendiri dengan cara membiarkan masuknya akar-akar tumbuhan ke dalam tanah dan dengan cara membiarkan kegiatan menggali yang dilakukan oleh mikroorganisme, cacing tanah, dan semua binatang kecil dalam tanah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePrinsip kedua adalah JANGAN MENGGUNAKAN PUPUK KIMIA ATAU PUN KOMPOS YANG DISIAPKAN TERLEBIH DAHULU. Saya temukan bahwa Anda sebenarnya dapat menghabiskan sari-sari makanan tumbuhan dari dalam tanah dengan cara menggunakan kompos secara sembarangan! Biarkan saja, bumi menjaga kesuburannya sendiri, sesuai dengan siklus keteraturan antara tumbuhan dan kehidupan binatang, (antara flora dan fauna).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePetunjuk ketiga adalah JANGAN MENYIANGI, baik dengan cara melakukan budidaya tanaman tertentu atau dengan pembasmi rumput-rumputan. Gulma memiliki bagian peranan penting dalam membangun kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan komunitas biologis .. Maka saya melakukan praktik mengendalikan —daripada memusnahkan— gulma di ladang saya. Jerami sebagai tutupan tanah, atau tumbuhan semanggi ditanam berselang-seling dengan tanaman pangan, dan penggenangan secara sementara semuanya memberikan kemungkinan pengendalian gulma secara efektif di ladang saya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePrinsip terakhir dari pertanian alami adalah JANGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA. Seperti telah saya tekankan sebelumnya, alam berada dalam keseimbangan sempurna jika sama sekali kita biarkan. Tentu, serangga-serangga dan penyakit-penyakit yang merugikan akan selalu ada, tetapi umumnya tidak sampai ke suatu tingkat seperti yang terjadi jika diterapkan bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk mengendalikan hama. Satu-satunya pendekatan yang paling masuk akal dan berpegang pada semangat kepedulian (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esensible\u003c/span\u003e) terhadap pengendalian hama dan penyakit, saya kira adalah dengan cara menanam tanaman-tanaman pangan yang kuat di suatu lingkungan yang sehat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-72115722892777625?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/72115722892777625/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d72115722892777625\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/72115722892777625"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/72115722892777625"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-5.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (5)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://lh4.ggpht.com/_VnTws529siE/SYsgukYuO9I/AAAAAAAAAPE/c5pSWY_kRVY/s72-c/jeruk%20%26%20sayuran2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-8936564366735253341"},"published":{"$t":"2009-02-05T08:19:00.008+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.686+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (4)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/_VnTws529siE/SYoIkm_Qr5I/AAAAAAAAANQ/bjO5Zs0OAGo/s1600-h/Flowing+out+of+the+Mist,+Olympic+National+Park2.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/_VnTws529siE/SYoIkm_Qr5I/AAAAAAAAANQ/bjO5Zs0OAGo/s400/Flowing+out+of+the+Mist,+Olympic+National+Park2.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5299057336589004690\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Dan apakah Anda terus bertani sejak saat itu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Ya, nyaris terus-menerus. Selama Perang Dunia Kedua saya dikirim untuk bekerja di Pusat Percobaan Pertanian di Kochi, di mana saya terpaksa terperosok lagi ke dalam pelatihan-pelatihan ilmiah. Tetapi setelah perang berakhir, saya senang sekali bisa kembali ke gunung dan kembali hidup jadi petani.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Mulai berapa luas lahan yang Anda garap?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Setelah perang diselenggarakan pembaruan agraria secara masif di Jepang —yang disebut dengan Nochi-kaiho. Pemilik tanah seperti ayah saya harus melepaskan kepemilikan tanahnya. Ayah saya meninggal tak lama kemudian, dan saya diwarisi sepetak kecil sawah sekitar seperempat akre ukurannya (kira-kira 1.000 meter persegi).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: right; font-style: italic;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;font-size:85%;\" \u003eCaption \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;font-size:85%;\" \u003efoto: \u003c/span\u003e\u003cspan style\u003d\"font-size:85%;\"\u003eKeseimbangan alami yang barangkali\u003cbr /\u003edibayangkan oleh Fukuoka ..\u003cbr /\u003eLokasi taman National Olympic Park ini disebutnya\u003cbr /\u003edalam salah satu wawancara dengannya.\u003cbr /\u003eBukankah kita juga punya banyak hutan hujan tropis?\u003cbr /\u003eTapi siapa yang sungguh bisa dipercaya menjaganya?\u003cbr /\u003eBisakah kita juga menanam padi di lingkungan semacam itu?\u003cbr /\u003eBukankah konflik rakyat dan BKSDA sporadis terjadi di mana-mana?\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e \u003c/div\u003e \u003cspan style\u003d\"font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;\" \u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Apakah Anda langsung mulai mempraktikkan pertanian alami?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Saya telah mulai melakukan eksperimen di beberapa kebun jeruk mandarin ayah saya bahkan sebelum perang. Saya yakin bahwa —supaya alam bekerja sesuai dengan keinginannya— pohon-pohon seharusnya tumbuh sepenuhnya tanpa campur tangan saya, maka saya tidak menyemprotkan apa-apa atau memangkasnya atau memberinya pupuk ... Saya tidak melakukan apa-apa. Dan, tentunya, sebagian besar dari kebun itu lalu rusak karena dimakan serangga atau kena penyakit.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMasalahnya, Anda tahu \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ekan\u003c/span\u003e, adalah bahwa karena saya tidak mempraktikkan pertanian alami, tapi yang saya praktikkan barangkali adalah apa yang bisa disebut dengan “bertani secara malas”. Saya sama sekali tak terlibat. Saya biarkan seluruh pekerjaan kepada alam dan sekaligus berharap bahwa semuanya akan jadi baik pada akhirnya. Tetapi saya keliru. Pohon-pohon muda itu sebenarnya telah sebelumnya dijinakkan, ditanam, dipangkas dan diurus oleh manusia. Pohon-pohon itu telah menjadi budak-budak manusia, sehingga mereka tidak dapat survive ketika dukungan buatan tiba-tiba tidak lagi diberikan oleh petani.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Jadi jika hendak bertani secara alami, itu tak berarti bahwa petani tidak melakukan apa-apa? (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003edo-nothing technique\u003c/span\u003e)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Tentu bukan, pertanian alami melibatkan suatu proses yang mengarahkan pikiran Anda mendekat dan segaris dengan haluan alamiah dari fungsi-fungsi lingkungan. Tetapi Anda harus hati-hati: Metode ini tidak berarti bahwa kita tiba-tiba membuang begitu saja pengetahuan ilmiah tentang hortikultur yang telah kita miliki. Tindakan itu adalah pembiaran tanpa tanggung jawab sama sekali, karena melalaikan siklus ketergantungan yang telah dipaksakan oleh manusia terhadap ekosistem yang telah berubah. Jika seorang petani membiarkan lahannya atau lahan yang telah ‘dijinakkan’-nya itu secara tidak bertanggung jawab dengan begitu saja menyerahkannya kepada alam, maka kekeliruan dan kehancuran tak akan dapat dihindarkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCara yang benar dalam bertani secara alami menuntut seseorang untuk mengetahui apa itu yang disebut dengan ‘alam yang asali’ atau belum diubah atau disentuh manusia, sehingga dia dapat memahami dengan nalurinya apa yang perlu dilakukan —dan apa yang wajib dilakukan—, bagaimana caranya bekerja dalam keselarasan bersama dengan proses-prosesnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY \u003c/span\u003e: Sikap itu tentunya menyangkal pendasaran dari pertanian modern yang bekerja dengan cara “memanipulasi dan mengendalikan”. Bagaimana Anda dapat berubah dari praktik pertanian tradisional menuju suatu konsep pertanian yang sama sekali tak biasa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA \u003c/span\u003e: Sewaktu masih muda, saya telah melihat semua petani di desa menanam padi dengan cara memindahkan benih dari tempat persemaian ke sawah yang telah digenangi air .. tetapi pada akhirnya saya menyadari bahwa itu bukanlah cara bagaimana padi itu tumbuh dari kodrat dirinya sendiri! Maka saya kesampingkan pengetahuan saya tentang metode pertanian tradisional dan langsung saja saya lihat siklus alamiah dari tumbuhan padi. Dalam kondisi liar, padi menua pada musim panas. Selama musim gugur daun-daunnya rontok, dan tumbuhan padi merunduk untuk menjatuhkan benih-benihnya ke bumi. Setelah salju meleleh selama musim semi, benih-benih itu mulai melembaga, dan siklusnya berputar lagi. Dengan kata lain, bijih padi jatuh di tanah yang tidak dibajak, melembaga, dan tumbuh dengan dayanya sendiri.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSumber foto: \u003ca href\u003d\"http://www.blogger.com/grandcanyon.free.fr/images/cascade/thumb.html\"\u003egrandcanyon.free.fr\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBERSAMBUNG\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePosting sebelumnya: \u003ca href\u003d\"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-3.html\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eMengenang Masanobu Fukuoka (3)\u003c/span\u003e\u003c/a\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-8936564366735253341?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"related","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-3.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (4)"},{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/8936564366735253341/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d8936564366735253341\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8936564366735253341"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/8936564366735253341"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-4.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (4)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://3.bp.blogspot.com/_VnTws529siE/SYoIkm_Qr5I/AAAAAAAAANQ/bjO5Zs0OAGo/s72-c/Flowing+out+of+the+Mist,+Olympic+National+Park2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-24401422.post-1239147702428185501"},"published":{"$t":"2009-02-04T09:35:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-05T02:24:15.686+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"keberanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"gerakan-sosial"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"pertanian alami"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengenang Masanobu Fukuoka (3)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Ceriterakan pengalaman perubahan itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Ya, seperti kebanyakan anak muda, saya banyak punya pikiran luas melayang-layang dan sangat berat membebani diri saya tentang apa itu kehidupan .. dan saya sering terbawa masuk ke dalam sikap skeptis tentang kondisi hidup manusia. Keraguan saya jadi bertambah setelah saya mengalami sakit berat selama periode perubahan itu, sampai-sampai saya bertanya-tanya apakah saya mampu mengatasi persoalan saya itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/_VnTws529siE/SYif-jZCRWI/AAAAAAAAAMo/mLG3cR0m0IQ/s1600-h/Tanaka+rice+field.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;\" src\u003d\"http://3.bp.blogspot.com/_VnTws529siE/SYif-jZCRWI/AAAAAAAAAMo/mLG3cR0m0IQ/s320/Tanaka+rice+field.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5298660858602341730\" border\u003d\"0\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/span\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cdiv style\u003d\"text-align: right;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eCaption\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e: Padi yang dibudidayakan secara alami.\u003cbr /\u003eGulma dibiarkan tumbuh bersamaan dengan padi.\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eSumber\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e: \u003ca href\u003d\"http://www.edd.osaka-sandai.ac.jp/%7Eo-tanig/0006jpg/0006225s.jpg\"\u003eedd.osaka-sandai.ac.jp\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003eMenjelang saya mulai sembuh dari sakit, saya mengalami sulit tidur dalam waktu yang lama. Jika itu terjadi lalu saya keluar di jalan-jalan. Pagi harinya, setelah mengalami situasi semacam itu, saat rasanya semua seperti mau meledak dari kepala saya, suatu cercah pencerahan menghampiri saya. Tiba-tiba saya merasa, seluruh keberadaan manusia tak ada maknanya dan tidak ada nilainya yang berharga sama sekali. Tak ada manusia yang tahu nilai yang sesungguhnya. Setiap tindakan yang dilakukan manusia adalah kesia-siaan. Semuanya upaya yang hampa. Saya juga melihat bahwa alam sesungguhnya tertata dengan sangat indah, ideal dan sangat kaya seperti apa adanya .. Karenanya, saya jadi yakin bahwa kita semestinya bekerja sama dengan proses-proses alamiah, daripada mencoba “memperbaiki” alam dengan cara menundukkannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaya sadar bahwa semua ini bisa terdengar sangat bertentangan dengan akal sehat, tetapi setiap kali saya mencoba menuliskan semua pengalaman itu, segalanya tampak memang begitulah keadaannya. Pencerahan itu bukanlah suatu hal yang mudah dapat dijelaskan kepada orang lain.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Mengapa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Setiap orang yang memiliki pengalaman sama dengan saya akan memahaminya dengan nalurinya ... Tetapi ada hal yang dapat saya sampaikan untuk mereka yang tak memiliki pemahaman ini atau kepada mereka yang bahkan tak mencarinya. Misalnya, apakah Anda percaya ada yang dinamakan hantu? Pernahkah Anda melihat hantu? [\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eSambil tersenyum, ia menunjuk pada bahu pewawancara.\u003c/span\u003e] Apakah Anda tak melihat hantu itu tadi? Mereka yang tak pernah melihat hantu biasanya tidak akan percaya akan adanya hantu. Tetapi yang pernah mengalaminya, akan langsung percaya. .. Jadi tak ada pentingnya meyakinkan mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003ePLOWBOY\u003c/span\u003e: Bagaimanakah perubahan pemikiran itu mempengaruhi diri Anda?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eFUKUOKA\u003c/span\u003e: Saya segera keluar dari pekerjaan di Kantor Pabean. Lalu tahun berikutnya sampai sekitar dua tahun saya keliling Jepang. Saya bicara dengan banyak orang dan menguji pengalaman-pengalaman saya tadi. Kadang-kadang saya \u003cspan class\u003d\"Apple-style-span\" style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ecamping \u003c/span\u003edi gunung-gunung dan kadang-kadang saya memilih tempat di dekat sumber-sumber air panas. Setelah sampai di satu kota biasanya saya lalu tidur di kuil Buddha atau taman. Saat itu saya sebenarnya mulai berpikir-pikir tentang maksud saya untuk menyebarkan pemahaman baru yang saya dapat itu ke seluruh negeri .. Tetapi setiap kali saya membicarakan tentang tak bermaknanya keberadaan manusia, tak ada seorang pun yang tertarik pada apa yang saya katakan! Saya diabaikan dan dianggap sebagai orang eksentrik. Akhirnya saya putuskan untuk membuat agar orang memahami teori-teori saya, saya akan menunjukkan pada mereka dalam suatu cara yang nyata dan praktis. Saya sendiri juga memerlukan praktik itu, tentunya, untuk meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya memang benar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena saya percaya bahwa bertani adalah pekerjaan yang paling berarti dibandingkan dengan semua jenis pekerjaan lain, saya putuskan untuk kembali ke kampung asal saya dan menjadi seorang petani. Saya ingin melihat apakah saya dapat menerapkan teori saya bahwa pengetahuan manusia tentang pertanian yang telah ada selama ini sebenarnya tidak ada gunanya .. sehingga jika masyarakat tak mengerti kata-kata saya, saya dapat membawa mereka ke ladang saya dan memperlihatkan pada mereka kebenaran dari gagasan saya itu.\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv\u003e[\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold;\"\u003eBersambung\u003c/span\u003e]\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003eFarmer social movement education and natural agriculture are the specification of this weblog.\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/24401422-1239147702428185501?l\u003dsekolahpetani.blogspot.com' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/feeds/1239147702428185501/comments/default","title":"Poskan Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https://www.blogger.com/comment.g?blogID\u003d24401422\u0026postID\u003d1239147702428185501\u0026isPopup\u003dtrue","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/1239147702428185501"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/24401422/posts/default/1239147702428185501"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://sekolahpetani.blogspot.com/2009/02/mengenang-masanobu-fukuoka-3.html","title":"Mengenang Masanobu Fukuoka (3)"}],"author":[{"name":{"$t":"Sekolah Petani"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/04902813522232906600"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"07127304674326123984"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://3.bp.blogspot.com/_VnTws529siE/SYif-jZCRWI/AAAAAAAAAMo/mLG3cR0m0IQ/s72-c/Tanaka+rice+field.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}}]}});